Rabu, 20 Januari 2016

Mantan Sopir Pribadi Ayahku

Kemarin nyetir sendiri ke Denpasar, ku lihat mobil ber plat merah itu. Ada feeling yang muncul "rasanya aku tak asing dengan mobil ini" lalu mobilku ku dekatkan dengan mobil itu. Tanpak seorang bapak-bapak yang duduk di kursi belakang melihatku. Aku tau, mereka rombongan PNS yang perjalanannya searah denganku. 

Saat aku salip mobil plat merah itu, aku lirik spionnya dah aku melihat sopirnya. Benar feelingku, itu mantan sopir pribadi ayahku. Dengan mobil yang sama, dengan wajah yang sama. Semangat, ceria dan lugu. Namanya Pak Putu.

Dulunya pak putu adalah sopir pribadi ayahku, yang setiap hari datang pagi-pagi buta untuk mencuci dan mengelap bersih mobilku. jam 6 dia berangkat dari Desa Pergung ke Desa Baluk (rumahku) dengan motor buntutnya yang tangkinya didepan. Aku masih sangat mengingatnya, yang bekerja dari pagi sampai sore, mengantar ayahku tanpa lelah, dan mengantarku kemanapun aku mau.

Aku seperti merasakan bahagianya saat itu, mungkin waktu itu aku masih SD atau SMP, sudah lama sekali.

Pak putu orang yang ramah, dengan kumisnya yang tebal selalu melekuk tiap dia tersenyum. Dia selalu menghormatiku layaknya dia hormat pada ayahku, itu yang aku suka. Dia yang menemani kesuksesan ayahku pada masa itu, tanpa keluh kesah dan ketulusannya yang tak bisa dibandingkan.


Begitu banyak mantan sopir pribadi ayahku,  namun dialah yang terbaik di mataku. namun selain dia, aja juga seseorang yang berkesan walau tak sebaik pak putu. 

Namanya Pak Wayan, dia adalah sopir pribadi ayahku saat ayahku sedang dipuncak kejayaan. Saat itu ayahku memiliki 2 jabatan sekaligus, jabatan yangdiperoleh dengan SK bupati, dan jabatan yang diperoleh berdasarkan keputusan Menteri. 

Karena itu pakaian ayahku penuh dengan balok balok dan pin lainnya yang mencerminkan tingkatan dan jabatan yang gaji rata-ratanya sangat tinggi. Karena itu sopir ayahku pun memakai pakaian yang berbeda dari sopir lainnya, karena saking kerennya pakaian sopirku. Mobil dinas saat itu juga mirip seperti mobil patroli polisi, hanya beda warna dan tulisannya bukan POLISI tak DISHUB. Kadang saat dia menjemputku di Sekolah, dia di kira ayahku oleh teman-temanku. Hahaha, lucu memang. Dan aku baru tau mereka mengira sopirku itu ayahku saat kelas 3 SMP. Berarti selama ini mereka sudah salah, yah lanjut lagi ke Pak Wayan. Dia memang baik, tapi tidak seperti pak putu yang penuh semangat dan senyuman. Pak Wayan itu agak lucu, bukan karena dia bisa ngelawak tapi memang tingkah lakunya dan sikapnya yg biasanya gak nyambung atau aneh. itu yang bikin lucu.


Aku senyum senyum sendiri di mobil, dan bersyukur pernah mengenal mereka. Sopir pribadi ayahku, yang melayani apa mauku.

Belum tentu besok aku bisa memiliki sopir pribadi seperti ayahku, bersyukur pada Tuhan karena pernah diberikan kehidupan yang sangat mewah, dan penghormatan yang luar biasa. Saat berjalan bersama ayahku, semua memberi hormat, salam atau menundukan kepala padanya. Aku ingin seperti itu suatu saat, hmm..

Kenangan yang indah, tapi aku tetap bersyukur dengan hidupku sekarang.

Sudah bertahun tahun berlalu, Pak Putu masih tetap seperti itu. Dengan mobil yang sama dan tetap menjadi sopir di Pemkab. dan Pak Wayan, sering aku lihat di jalan mengatur lalu lintas bersama rekan-rekan LLAJ , nampaknya dia sudah tak menjadi sopir lagi setelah ayahku meninggalkan tempat itu.


Oke sampailah aku di denpasar, flashback pun usai karena aku harus ke kampus untuk minta tanda tangan Dosen Pembimbing Akademik, see you..

Rabu, 13 Januari 2016

Sore ini

Hay, sore ini aku masih duduk di ruang berAC menikmati fasilitas yang ada di waiting room Auto 2000 denpasar. Bersama pacarku yang sudah mengeluh dan bad mood karena kelamaan nunggu, kata counternya tadi sih paling lama jam 4 selesai. Sejak jam 13.20 kita berdua udah ada disini, menunggu dan menunggu.
Aku memakan semua hidangan, mengambil minuman dan memakai fasilitas pijit gratis. Sambil menunggu dan sabar menunggu dan aku tak ingin membuang kesempatan menikmati gratisan yang telah disediakan.
Film demi film sudah selesai di tayangkan di waiting room ini, dan pacarku mulai kesal nampaknya.
Pacarku, pacarku, hahahaha. Dia laku laki yang aneh, dia malu dikeramaian dan tidak pernah percaya diri. Aku senang mengajaknya ke tempat ramai, agar dia jadi orang yang percaya diri. Tapi inilah dia, orangnya keras kepala. Ya, sama sepertiku. Tapi jeleknya dia itu ga mau nyoba dulu, hahaha. Bukan maksud jelek jelekin pacar sendiri sih, tapi seandainya dia baca blog gue ini biar dia bisa tau apa kekurangan dirinya dan jadi orang yang lebih baik.
Setiap pasangan pasti ingin pasangannya jadi lebih baik kan? begitu juga aku. terlebih aku orang yang ambisius dan ingin selalu tampil perfect dalam setiap hal, tentunya aq menuntut juga pacarku untuk bersikap yang lebih baik, lebih pedean dan ga minder depan orang rame. 
Entah jam berapa mobilku selesai di service aku ga tau pasti, yang jelas hari ini aku ga jadi trip ke karang asem karena service mobil yang lama ini.
Selamat sore..

Jumat, 24 Juli 2015

Penetapan Harga Produk

Dimana mana barang di bawah harga pasaran pasti laku keras!!

Tapi liat kondisi, saat kita bergabung dalam satu komunitas usaha kita harus menyetarakan harga, bukan sama rata. Tapi Agar ada batasan min/max di dalam harga pasar, sehingga tidak akan terjadi persaingan tidak sehat antara pelaku usaha..

Ada baiknya pengusaha yang baru terjun dalam suatu bidang usaha turun ke pasar dan melakukan suvey harga pasar, agar dapat menetapkan harga sesuai harga pasar. 

Jika harga sebuah baju kaos di distro distro dijual dengan minimum harga 130rb dan maksimum 185rb, jangan menjual didistro dengan 80rb karena perbandingan harganya terlalu jauh, sehingga masyarakat pasti akan membelinya dan dapat menimbulkan praktek monopoli. Sedangkan jika menjual dengan harga 200rb, sudah jelas. Barang anda tidak laku di pasaran karena harganya di atas harga standar.

Untuk berjualan online saya tidak bisa berkomentar banyak, disini saya membahas masalah harga pasar dalam suatu organisasi atau perkumpulan para pedagang yang sejenis, seperti clothing/pakaian.

Tidak bisa di pungkiri walaupun kita membuat sebuah baju dengan pokok harga 50rb kita mau tidak mau mematok harga di atas 100rb jika menitipkan barang di toko/distro. Khususnya clothing di bali, harga clothing bali jauh lebih mahal dari barang di jawa. Karena dampak pariwisatanya membuat harga clothingan di bali meroket.



Diah Puspayanthi

(Mhs. Hukum Bisnis & Pebisnis Clothing Line)

#SharingIlmu

Kamis, 18 Juni 2015

Lahir dari keterpurukan hidupku

Ku lahirkan kau pada tahun 2012

Ku besarkan dengan susah payah bagaikan anak ku sendiri..

Kau adalah semangatku, buatku menjadi berani, karena kepercayaan diriku memilikimu..

Membuatku merasa luar biasa dan berbeda dari wanita lainnya..

Walaupun suatu saat nanti kau telah tiada, aku akan selalu mengingat bahwa kaulah yang membesarkan namaku, dan kau juga yang membuatku merasa dihormati..

I love my Damny, so much...


Ini kata kata yang tulus dari hatiku, bukan lebay tapi itulah kenyataannya..

Aku lebih mencintai DamnyDamn dari pada pacarku sendiri, aku mengenal DamnyDamn sebelum aku mengenal pacarku..

DamnyDamn lahir karena keterpurukan, dimana saat itu aku dalam masa transisi. Dikala kehidupanku yang sangat glamor penuh dengan kemewahan, lenyap dalam sekejap akibat ayahku dihempas dari puncak kejayaannya. Dulunya ayahku pejabat tinggi, yang gajinya sekitar 12 juta perbulan. Sampai akhirnya penggulingan kekuasaan yang menyebabkan ayahku jatuh ke level paling rendah dengan gaji standar 3 juta perbulan. Bayangkan dulunya berapa uang bulananku yang selalu aku habiskan untuk mentraktir teman temanku, setiap waktu. Aku diantar jemput sopir pribadi yang berseragam lengkap dengan baju dinas dan pangkatnya, itu sopirku yang teman temanku kira ayahku. Bahyangkan gagahnya ayahku bila sopirku saja seperti itu, berapa banyak lencana di baju dinasnya? 

Saat saat terpuruk ini aq mengalami stres, aku tidak bisa menyesuaikan uang bulanan yang dulunya berjuta juta kini hanya ratusan ribu rupiah, saat teman temanku membeli sesuatu aku tidak bisa membelinya. Padahal dulunya semua temanku bisa aku belikan, ya sudahlah itu sangat menyakitkan. Namun aku berusaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan, aku mencoba berbagai hal, dari berjualan kripik singkong, jual aksesoris, jadi online shop sampai jualan baju. Tapi selalu merugi, namun ada saat online shopku membuahkan hasil, dengan omset 400-1jt perbulan aku mulai lega, bisa menabung bisa membeli apa yang aku mau. Namun tidak sampai disana, teman dudukq juga online shop. Kita selalu merasa bersaing walaupun aku tidak pernah ingin menyainginya, aku yakin rejeki itu ada yang ngatur jadi jalani seperti air mengalir.

Hingga terjadi konflik, kita bertengkar saling tutup mulut. Aku tidak tahan karena aku orang yang setia kawan, jadi aku tinggalkan onlineshop ku, aku berhenti jualan hanya karena tidak ingin kehilangan temanku.

Namun aku jadi harus putar otak, apa yang harus aku lakukan untuk dapat uang. Salah seorang temanku berkata "coba usaha clothing yah, sekarang lagi naik" aku baru sadar, oh iya aki harus coba. Kapan lahi punya usaha brand sendiri. Akhirnya aku cari cari nama, dengan penuh coretan d kertas aq tidak menemukan nama yang cocok, tiap ketemu nama aq konsultasikan pada adikq yg paling besar dia selalu bilang "kurang" akhirnya aku frustasi dan ku coreti semua kertas dg kata DAMN!!!!! Damn!!! Damnn!!!! dan tak sengaja ada satu kata Damn yang bertumpuk seperti ini

Damn

Damn 


nah kata itu kmudian aq beri lingkaran, aku memikirkan sesuatu. Damn Damn? kok kayanya unik, tapi kurang manis ya. Akhirnya aku berpikir untuk memberi huruf "Y" setelah kata Damn yg pertama lalu jadilah Damny Damn . aku cari adikku, aku berkata "de,?" adikku bilang "ya apa?" , "DamnyDamn?" kataku, dia bilang apatu? ini brand ku aku bilang,  dia berkata "wah bagus"

Akhirnya nama DamnyDamn Clothing pun terbentuk, lalu untuk desain pertama aku membuatnya dengan konsep coretan tadi yaitu DamnyDamn yg di lingkari.

 Itu awal mula lahirnya damnydamn, hingga sekarang aku buktikan damnydamn bisa bertahan..


Terimakasi

Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Ibu dan Bapakku

Adik Adikku

Sahabayku___________________________________

Kamis, 14 Mei 2015

Singapore 2015 (Part 1)

Dulunya mikir, "Singapore" cuma mimpi..
Tapi mimpi itu sudah aku wujudkan di 2015. Tepatnya 27 Januari 2015, lumayan lama persiapannya, sejak agustus 2014 aku mempersiapkan segalanya, mulai dari mempelajari situasi dan kondisi di Negeri singa itu. Sampai membeli buku buku backpaker untuk menambah pengetahuanku tentang Singapura.
Aku menabung, sampai jual hp. kebetulan punya 3 hp aku jual 2. 
Tak terasa skhirnya terkumpul sudah uangnya. Lalu aku urus paspor sendiri, mulai cari cari tiket murah. Walaupun akhirnya dapet harga tiket standar. Dengan keberangkatan Air Asia seharga 700rbn, lanjut penerbangan pulang dengan Tiger Air seharga 600rbn. 

Aku pertama kali pergi ke luar negeri sendiri, dengan uang sendiri, dengan bahasa inggris yang pas pasan. Tapi uantungnya sering nonton upin ipin, jadi sedikit paham bahasa melayu. Di Singapore bahasa yang dipakai adalah Inggris, Melayu dan China. Tapi menurutku si, Bahasa inggris dengan logat ke cinaan dan Bahasa melayu, 
Jangan salah, di singapore lagu lagu indonesia juga populer. Seperti lagu ST12 yang aku denger waktu makan nasi lemah di sebuah restoran, yang di nyanyikan oleh pelayannya.

Oh ya, aku berangkat dari air port ngurah rai (Bali), menuju Changi. Bisa bayangin raut muka ku yang terpukau melihat kerennya keberangkatan Internasional. Yang ngantri bule semua, antrian panjang kaya uler (terutama di loket air asia) tapi itu di indonesia. sampai di changi interiornya masih mirip ngurah rai, cuma jarak nya lebih panjang eskalator datarnya juga panjang. eskalator datar maksudnya eskalator yang kayak karpet bukan kayak tangga. Lalu aku kebingungan, untuk cari bagian imigrasi. untung ketemu petugas bandara seorang ibu", aku tanya dengan bahasa inggris yang sembrawut lalu dia tau kalo aku orang indo, dan dia jawab pakai bahasa melayu. Bahkan petugas imigrasi nanya ke aku pake bahasa indonesia loh..
Dari sana mulai merasa aman, hehehe.. ga perlu pakai bahasa inggris.
Dampainya di changi aku dijemput bibikku kita ketemu di burger king. Bibikku sudah 10 tahunan merantau di negeri singa ini. Lalu akupun beli kartu isi ulang transportasi di sana yaitu Singapore Touristpass. yang pakai bayar bus dan MRT. Lalu kita naik MRT ke Lavender street, karna aku nyewa histel di sana. Jadi bukan hotel, biar hemat. Yang penting kan bisa tidur dan mandi, ga perlu mewah.
Setelah itu aku istirahat dan bibikku pun meninggalkanku. 

Halte Bus di Sungapore
Ngurah Rai International Airport (Bali)
stasiun MRT singapore

Senin, 23 Maret 2015

Perjuangan saya

Saya memang berusaha sendiri, dari nol..

Saya memulainya tanpa tau apapun menyangkut itu, dengan penuh keterbatasan..

Saya tidak memiliki kakak yang membacking saya, saya tidak punya orang tua yang memberikan uangnya cuma cuma untuk usaha saya..

Saya memulainya dari uang receh yang saya kumpulkan..

Saya hanya seorang gadis yang bermimpi, saya tidak memiliki komunitas apapun..

Saya tidak punya teman-teman yang siap membeli baju saya kapanpun..

Saya berjuang keras untuk sebuah nama..

"DamnyDamn Clothing"


Yang dibeli karena di cintai

Kamis, 19 Februari 2015

Aku

Aku berjalan sendiri,

Mengarungi dunia ini..

Aku mencoba mewujudkam mimpiku, 

karena aku tau..

Tak semua orang yang mendukungku, dan tak semua orang akan suka dengan apa yang aku lakukan..

Suatu saat nanti, saat aku berhasil mencapai impianku barulah mereka akan datang dan  mendukung ke suksesan ku..

Aku tak kan mengalah, aku akan berjalan dimana aku ingin..

Tak perlu dukungan oleh siapapun, aku akan menjadi apa yang aku mau..

Aku akan mencari apa yang aku ingin.

Aku tak akan menjalani hidup monoton seperti kebanyakan orang, aku akan berjalan melawan siklus dan melawan alur jika memang alur itu bertentangan dengan inginku..

Aku Tak Peduli !


Aku seorang wanita yang ambisius, yang bermimpi mengarungi Dunia, pergi berpetualang hingga akhirnya aku lelah...

Aku

Seorang gadis yang bermimpi pergi keliling Dunia..

Menghabisakan hidupku sampai aku lelah dan kembali ke tempat dimana aku dilahirkan..

Aku 

Akan berjalan sesuai jalan yang aku ingin, tak perduli hujatan, tak perduli di tentang. Aku, akan maju dan akan mati sendirian..

Dan pada waktunya,

Saat aku pergi, kau akan mengenang semua perjalanan hidupku dan membuatmu termotivasi karenaku..

Itu impianku...

Itu Aku..