Rabu, 03 Agustus 2016

Ribuan adam

Akulah hawa yang jauh berjalan
Bertemu dengan ribuan adam dalam perjalananku.
Punya banyak kisah tentang cintaku,
Punya banyak nama dalam hatiku.
Puluhan tahun perjalanan hidupku,
Telah sekian adam ku kenal
Bukan tuk ku nikmati, namun..
Tuk ku pelajari..
Setiap adam mengajarkanku sesuatu,
Tak semua tentang cinta.
Ada tentang keburukan, tentang kebaikan, tentang kehidupan..
Lalu tentang cinta.
Ribuan adam, tanpa kisah.
Dan beberapa diantaranya masih teringat jelas.
Caranya berkata, caranya bertindak, dan caranya memperlakukanku.
Ada yang menganggapku ratu, bahkan ada yang anggap aku tamu yang mampir lalu permisi.
Mereka adalah pelengkap hidupku,
Menuju kesempurnaan dan kedewasaan tuk kemudian bersanding dengan jodohku.
Aku bukan pemain cinta,
Namun aku meneliti semuanya..
Untuk ku perbaiki diriku,
Untuk ku sempurnakan perasaan
Hanya untuk satu adam..
Kesetiaan.

Merpati

Datang dipagi hari,
Lalu senja kau tinggal.
Aku adalah tiang pijakmu,
Yang kau datangi setiap hari
Saat kau tak tau harus kemana.
Kau selalu datang,
Dan tanpa wajah bosan.
Ada yang berbeda belakangan ini,
Kau terbang tak hentinya
Hingga kau lupa tuk lelah..
Dan lupa untuk beristirahat di tiang pijakmu
Merpatiku, kau pergi
Kini terbang bebas mengepakkan sayap
Aku tau kau bertemu masa depan.
Dan aku senang walau ku sedih,
Aku senang atas kepergianmu
Namun ku sedih menunggu kedatanfanmu..
Merpatiku, katakanlah saat kau lelah..
Jangan sungkan tuk kembali ke sini.
Aku tak kan berubah, meski berlumut
Meski mengusang, aku kan tetap
Sebuah tiang pihakmu..

Selasa, 02 Agustus 2016

Pagi ini

Mataku berat terbuka,
Seakan tak ingin melihat dunia.
Antara dengkuran dan gerutu teman ku
Yang setiap hari ku dengar..
Aku kurang tidur, ya itu.
Telinga super sensitifku seolah menolak
Tapi tak kuasa tuk mendengar..
Rasa jengkel kurasa tiap terdengar bunyi
Aku berharap lupa kesadaran
Agarku bisa tidur lelap sampai waktu
Benar benar membangunkanku..
Ku lelah, telingaku letih
Mendengar apa yang tak ingin ku dengar.
Di pagi ini..

Senin, 01 Agustus 2016

Tanda Tanya

Aku wanita yang penuh akan tanya,
Apa?
Mengapa?
Dimana?
Bagaimana?
Siapa?
Tanya yang muncul bagai air tejun,
Menghempas dayaku..
Bagai pelangi,
Warnanya datang bersamaan.
Bukan merah lalu kuning,
Atau hijau lalu biru..
Tapi bagai badai yang mengamuk
Itu tanda tanya ku..
Kadang ribuan tanya memiliki satu jawaban..
Lalu datang tanda tanya yang makin rumit tuk di jawab..
Dan menjadi sekedar tanda tanya..

Minggu, 31 Juli 2016

Rangga Cinta

Rangga yang menghilang,
Cinta tenggelam dalam kegelapan
Bertahun tahun..
Lama sekali, dan sangat melelahkan..
Rangga kembali saat cinta memiliki dia,
Dia bukan yang dicintai
Hanya untuk pengganti sepi..
Sepi itu berlarut larut semakin dalam
Rangga datang dengan seribu alasan
Dari jutaan tanda tanya..
Dan cinta..
Tak bisa bohong akan rasanya..

Dia tak beranjak

Waktu demi waktu
Menggerus karang nan kokoh
Air laut mengalun
Air sungai mengalir
Jatuh kehulu kemudian bercampur
Di tiap waktuku kau ada
Bagai angin yang tak terlihat
memberikan hembusan yang terkadang tak ku hiraukan..
Sampai pada suatu senja
Jantung sang hawa berhenti berdetak
Dan datang angin sejuk yang menusuknya
Sampai kedasar hati..
Dari pandangan seorang adam yang mengetuk pintu
Dan mengucap permisi, untuk bisa masuk sekali lagi..
Kemudian jantung itu berdetak dua kali lebih kencang
Dan hawa tersadar bahwa sang adam masih berdiri
Selalu berdiri, menunggunya menoleh lagi..
Atau bermimpi dirinya berbalik dan memeluk angin..

Angin

Kau yang sebut dirimu angin,
Kau yang sebut diriku rahasia,
Rahasiamu terbang lagi
Hembusanmu membuatnya melayang lagi,
Banyak pesan ditiap hembusanmu
Pada daun kering
Pada rerumputan, dan juga
Sentuhan lembut pada tubuhku
Hempas, aku terhempas..
Hembusanmu akan ku sampaikan pada alam, dan rahasiamu akan selalu ada disetiap hembusmu..