Rabu, 25 Mei 2016

Menikah Muda

Kalimat itu tidak pernah ada dalam kamus saya, mungkin juga dilihat dari latar belakang orang tua saya yang menikah di usia matang.
Menurut saya, saya memiliki nasib yang beruntung karena mendapat didikan yang baik oleh orang tua saya.
Ayah saya sangat ahli di bidang agama dan sosial masyarakat, sedangkan ibu saya ahli dibidanh finace/keuangan.
walaupun mereka berdua tidak sempurna, namun bagi saya mereka lebih dari orang tua lainnya. Bukan karena saya anaknya, tapi karena banyak orang tua yang menikah belum memantapkan diri sebelum menikah.
Mereka hanya tau "Ingin Menikah" tapi tidak punya bekal dalam gal pendewasaan, dewasa bukan berarti tua tapi dewasa berarti cara pandang kita dalam menghadapi masalah itu luas.
Hal itu bisa terjadi jika seseorang memiliki pengerahuan dan pengalaman yang cukup sebelum ia menikah.

Saya sangat menghindari menikah diusia muda karena banyak faktor.
Ingat setiap wanita yang sudah menstruasi bisa mengandung, tapi tidak semua wanita bisa menjadi ibu yang baik bagi anaknya. Mungki bisa menjadi istri yang baik bagi suaminya, tapi belum tentu bagi anaknya.
sebagai wanita banyak faktor yang harus di persiapkan, saat muda habiskanlah kesenangan masa mudamu bersama teman-temanmu, agar saat kita menikah kita tidak lagi berperilaku kekanak-kanakan, jadi orang tua yang bijak sana tanpa emosi berlebih.
Sebelum menikah banyak hal yang perlu dipersiapkan,
1. Mental 
apakah mental kita siap menjadi seorang suami/istri yang nantinya memiliki tanggung jawab kepada pasangan, keluarga, dan masyarakat.
2. Restu
Tanpa restu dari keluarga, dan orang terdekat perkawinan tidak akan lancar.
Jika banyak orang yang tidak merestuimy artinya hubunganmu dengan calonmu perlu dipertanyakan, apa sebabnya?
Jika kita menikah, semua orang disekitar kita harus merasakan kebahagiaan barulah rumah tangga itu akan bahagia.
3. Materi
jika mental siap, restu sudah dikantongi. maka tahap selanjutnya adalah mengumpulkan materi, untuk apa?
untuk makan, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pribadi.
Dan kelak untuk masa depan anak-anak kita.
Jadi harus kaya dulu dong baru nikah? NO!!
Minimal punya penghasilan yang cukup untuk makan, kebutuhan sehari-hari, dan biaya kesejahteraan (kesehatan & refreshing).
Gak lucu dong, udah nikah masih minta duit orang tua? apa pagi ngutang sana sini untuk shopping atau cicilan prabotan rumah.
Jika suami gajinya pas pasan, si wanita cobalah bekerja, baik diluar rumah atau didalam rumah (sambilan). Jangan kalian pikir saat menikah si suami harus memenuhi biaya hidup istri, oke kalo suaminya kaya hartanya 7 turunan gak abis-abis it's no problem.
4. Ilmu Pengetahuan
ilmu pengetahuan sangat penting dimasa sekarang, dimana perkembangan sangat pesat. Jadi raihlah pendidikan yang cukup sebelum menikah, agar kelak dapat mengajari anak dan ilmu tersebut dapat di gunakan dalam masyarakat dan keluarga. Selain ilmu formal di sekolah, jangan lupa perdalam ilmu agama. Karena ilmu tanpa agama akan buta, sedangkan agama tanpa ilmu akan lumpuh.
Kedua ilmu ini harus dikuasai, agar keharmonisan dalam keluarga dapat tercipta, masa depan baik dan moral yang baik dalam mendidik sang buah hati.
5.Rencanakan Dari Awal
Apa sih yang perlu direncanakan?
Banyak yang perlu direncanakan, cobalah berdiskusi dengan calon suami/istri bagaimana besok jika kita menikah. Pandangan berbeda dan ego yang tinggi akan terlihat saat itu, apakah ego padangan dapat turun ketika menikah atau pandangan yang berbeda dapat diambil jalan tengahnya.
Sebab perbedaan pendapat cendrung menyebabkan pasangan duami istri sering cekcok, hal itu tidak baik di dengar oleh mertua, keluarga ataupun anak kita.
Maka semua perlu direncanakan, agar ketika berumah tangga semua dapat sejalan sesuai peranannya masing masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar